Selasa, 05 Januari 2010

Tentang LIRA PDF Print E-mail
Written by Administrator
Monday, 13 April 2009 07:00

sumber: lirakalimantan.org

SEKAPUR SIRIH

Organisasi kami bernama LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). LIRA dibentuk dari semangat Blora Center (lembaga relawan yang membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - M. Jusuf Kalla (JK) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2004) untuk turut berperan membangun kemajuan bangsa Indonesia melalui berbagai aktivitas diantaranya adalah transparansi pengelolaan negara, pendidikan politik dan demokrasi.
Blora Center dibentuk sejumlah relawan, antara lain Sudi Silalahi, Yon Hotman dan juga M. Jusuf Rizal yang kini menjadi Presiden LIRA sebagai Direktur Blora Center. Di Blora Center, berbagai aktivitas dilakukan yang bertujuan tidak hanya sekedar membantu SBY-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tapi juga sebagai lembaga yang dapat mengkritisi dan mengawasi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

Pasca kemenangan SBY-JK sebagian tim Blora Center membentuk lembaga baru yang bernama Blora Institute. Namun dibawah kepemimpinan M. Jusuf Rizal, Blora Center tetap eksis dengan memasukkan semangat Blora Center ke dalam tubuh dan jiwa LIRA. Organisasi ini pun terus bergerak mengembangkan sayapnya keberbagai pesolok negeri dan memperoleh dukungan dari berbagai lapisan masyarakat yang menginginkan perubahan. Mengharapkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi semua.

Di ranah bumi pertiwi, LIRA terus menunjukkan eksistensinya. Dua tahun perjalanan sebagai Lembaga Swadaya (LSM)/Non Goverment Organization (NGO) diwarnai berbagai dinamika. Diwarnai berbagai cibiran dan sikap sinis berbagai kelompok yang menganggap LIRA sebagai organisasi berlebel negatif. Maklum LSM selama ini sering diidentikkan dengan ‘Lembaga Suka Peras’. Stigma negatif masyarakat terhadap LSM telah membuat LIRA selama ini penuh dengan berbagai fitnah, prasangka, isu dan curiga. Namun semua itu tidak membuat tekad LIRA membangun citra LSM sebagai lembaga yang independen, non partisan dan lintas golongan menjadi pudar. LIRA membangun paradigma baru, bahwa LSM tidak harus tampil ‘menakutkan, lusuh dan arogan”, tapi LSM moderen adalah tampil dengan elegan, profesional, cerdas dan kritis.

LIRA ingin membangun sebuah LSM yang kredible dan menjadi wadah bagi berbagai lapisan masyarakat untuk berjuang bagi kemajuan bangsa Indonesia, membangun semangat nasionalisme dan NKRI, memupuk rasa cinta akan Merah Putih, membangun jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, serta kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Menyiapkan perubahan bagi kemajuan bangsa Indonesia 15-20 tahun kedepan.
Semangat itu memacu para pendiri LIRA untuk terus bertahan ditengah hantaman gelombang dan ombak besar yang cenderung mendiskreditkan LIRA. Para pendiri telah memilih untuk membangun rumah ditepi pantai. Untuk sebuah citra, LIRA tak segan-segan melakukan somasi ketika Marissa Haque menyebutkan LIRA sebagai LSM Koruptor.

Kehadiran LIRA diberbagai daerah tidak jarang ditanggapi secara ‘sinis’ sebagian kelompok masyarakat yang berpikir sempit. Padahal kehadiran LIRA bukan untuk mencari musuh, namun lebih kepada gerakan ‘amar ma’ruf nahi mungkar’ ~~ mengajak kepada kebaikan bangsa.
Karena itu, meski penuh dengan tantangan, tapi dengan semangat relawan yang kuat, LIRA diberbagai propinsi, pelan-pelan terus bergulir seperti bola salju. Masyarakat menginginkan perubahan. Rakyat merindukan kesejahteraan dan transparansi pengelolaan negara. Itu semua agar nanti mampu memberikan masa depan bagi kesejahteraan yang lebih baik.

Sebagian kelompok masyarakat menilai kehadiran LIRA sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih dengan stigma negatif. Lembaga yang cenderung hanya berteriak karena ada kepentingan jangka pendek. Namun LIRA berbeda dengan LSM yang ada.
Semangat LIRA adalah semangat murni sebuah LSM. Jaring kerja dan program LIRA sama seperti yang dimiliki partai politik.

Struktur kepengurusannya mengadopsi struktur organisasi pemerintahan (shadow of govenment). Dengan demikian LIRA memiliki Wakil Presiden, Menteri dan Deputy, serta memiliki Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, Kepala Desa hingga pengurus ditingkat Rukun Tetangga (RT).
LIRA terus melakukan konsolidasi organisasi. Awal tahun 2009 diharapkan LIRA sudah mampu membangun jaringan kerja organisasi di 33 propinsi. Melalui jaringan LIRA diberbagai daerah, diharapkan akan menjadi “mata dan telinga” guna turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam mendorong transparansi pengelolaan negara serta demokrasi dalam ke-bhinneka tunggal ikaan.

LIRA dibangun dari semangat perubahan untuk ikut berperan dan menjadi bagian dalam proses perubahan menuju kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bangsa Indonesia. LIRA juga turut mendorong lakhirnya pemimpin-pemimpin baru yang visioner dan tegas, guna membawa bangsa Indonesia berlayar mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain. LIRA tidak ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli atau kuli dari bangsa-bangsa.

Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang kaya dengan berbagai potensi alam. Bangsa yang memiliki budaya santun. Bangsa yang memiliki rakyat dengan semangat ‘rawe-rawe rantas, malang-malang kutung, -- semangat berani mati -- yang telah teruji ketika membawa bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 1945. Kita mengenal semangat Gajahmada, Panglima Sudirman, Boedi Oetomo, Sukarno, Hatta dan pejuang lainnya.

Sebagai anak bangsa, kita seharusnya menangis melihat kondisi masyarakat kita yang masih jauh dari kesejahteraan dan keadilan. Pembangunan di negeri ini, tumbuh melahirkan berbagai dampak sosial negatif. Rakyat kita mengalami kelaparan ditengah kekayaan alam yang begitu luar biasa. Ibarat Tikus mati dilumbung padi. Keadilan dinegeri ini masih mahal.
Para pemimpin banyak yang telah kehilangan empati. Kecerdasan intelektual mereka bukan membawa kebaikan, tapi justru dipergunakan untuk membodohi rakyat. Anggota dewan yang dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan dan menyuarakan kepentingan rakyat, justru menyengsarakan rakyat dengan kebijakan yang membuat rakyat menderita.
Penegak hukum yang seharusnya dapat memberikan perlindungan hukum bagi semua, justru memperjualbelikan hukum atas nama keadilan. Penegak hukum telah kehilangan kecerdasan emosial dan jauh dari kecerdasan spiritual. Hukum pun menjadi alat pembenaran atas kepentingan penguasa dan kelompok, sehingga supremasi hukum kemudian hanya sebagai kembang tidur belaka.

LIRA merasa terpanggil untuk ikut melakukan perubahan sekecil apapun, sehingga masyarakat dalam jangka waktu tertentu dapat merasakan hasilnya. Semangat membangun perubahan untuk menghasilkan pemimpin yang visioner telah mampu menyatukan tekad para relawan LIRA diberbagai daerah terus bergerak membuat berbagai aktivitas kekaryaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kreatif dan inovatif.
LIRA pun kemudian membentuk badan-badan otonomi pendukung seperti Jaring Kerja Rakyat (JKR), Lira Institute, Koran Kabinet, Pemuda LIRA (Brigade), Koperasi LIRA, LIRA Foundation, Lembaga Hukum & Advokasi (LHA), LIRA Sports, Leadership Training Center (LTC), Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI), Lira Anti Narkoba (LAN), dll.
Jejak langkah LIRA baru seumur jagung di ranah republik ini. Meski demikian kami sudah banyak berbuat bagi kemajuan bangsa dengan seluruh kelemahan dan kelebihannya. Kami berharap dengan dukungan semua pihak di masa mendatang LIRA akan lebih banyak membuat jejak langkah bagi kemajuan bangsa....

Bagimu Negeri,
Kami Berbakti,
Indonesia Jaya,
LIRA Maju,
Pemuda Bersatu

PENGURUS LIRA

Lintas partai, agama dan suku, pengurus LIRA baik di DPP maupun ditingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa & DPRT, Susunan Pengurusnya mengadopsi semua golongan. Karena mulai dari Desa Hingga Ke Kota, LIRA hanya untuk Indonesia.

Perjuangan LIRA untuk turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa Indonesia dengan seluruh kelemahan dan kelebihannya, banyak memperoleh simpati dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Pusat hingga ke daerah. Harapan masyarakat akan sebuah perubahan untuk membawa kemajuan bagi bangsa, serta keadilan dan kesejahteraan rakyat begitu besar.

Karena itu sejumlah tokoh setelah tahu arah dan perjuangan LIRA memberikan dukungan, baik secara de facto maupun de jure. Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi secara de facto memberikan dukungan atas eksistensi LIRA dengan meminta agar LIRA turut membantu pemerintah mendorong clean dan good governance.

Barisan pembina dan penasehat antara lain Subur Budi Santoso (Penasehat Presiden RI), Soetardjo Soerjogoeritno (Wakil Ketua DPR), Ir. Fahmi Idris (Menteri Perindustrian ) RI, Guruh Sukarno Putra, Drs. Endin J. Soefihara (DPR, PPP), Yuddy Chrisnandi (DPR Golkar), KH. Habib Abdurachman Al Habsy (Pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Sukartono H (Demokrat), Albert Yaputra (Demokrat), Hayono Isman (Mantan Menpora), Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH (Mantan Kababinkum TNI AD), Mayjend TNI (Purn) Drs. Rudjuan, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Redjeki,Sumaryoto, SH , KH.Gus An’im Machrus (Putra Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri), Wakil Ketua Partai Demokrat, Prof. Dr. Achmad Mubarok, CEO Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Marshudi Kisworo, Indra J. Piliang (CSIS), M. Qodari (Indo Barometer), Kusmalingga Wijaya (Ketua Umum Indonesia China Cooperative Invesment), IGK Manila (Tokoh Olahraga), H. Hardi (Seniman/Pelukis), serta berbagai tokoh dengan latarbelakang yang diberagam dari berbagai daerah.

HUT 2 TAHUN LIRA

Sebagai rasa syukur dua tahun perjalanan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Keluarga Besar LIRA membuat hajatan di Hotel Sahid Jakarta. Setiap tanggal 19 Juni keluarga besar LIRA berkumpul merayakannya. Membangun semangat “Bersatu Kita Bisa” guna membangun kesejahteraan dan keadilan bagi kita semua.

Pada momen penting itu sekaligus dilakukan konsolidasi para pengurus, setelah para pengurus diberbagai daerah melakukan rapat kerja membahas berbagai program kerja lima tahun kedepan. Menginventarisasi berbagai persoalan dan hambatan yang dihadapi para pengurus, khususnya masalah transparansi pengelolaan negara.

Sejumlah undangan hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPR, AM. Fatwa, Akbar Tandjung, KH. Habib Abdurachman Al Habsy (Pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH (Mantan Kababinkum TNI AD), Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Rejeki, KH. Gus An’im Machrus (Putra Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri), Wakil Ketua Partai Demokrat, Prof. Dr. Achmad Mubarok, CEO Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Murshudi Kisworo, Pengusaha Kadin, HIPMI, Partai Politik, LSM serta para Gubernur, Walikota dan Bupati LIRA se-Indonesia.

Acara ulang tahun kedua LIRA dilakukan dengan sederhana. Meski demikian dukungan dari berbagai pihak begitu besar. Semua itu telah menambah semangat juang para pengurus LIRA diberbagai daerah untuk berbuat bagi kemajuan bangsa sekecil apapun. Karena kita memahami dalam melakukan perubahan pemerintah tidak dapat sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya LIRA tidak pernah melupakan aspek sosial. Sebelumnya dalam rangka memperingati hari ulang tahun selalu membuat kegiatan sosial, seperti sunatan masal, donor darah, maupun santunan anak yatim. Kali ini dalam rangka mensyukuri dua tahun, LIRA kembali akan memberikan santunan bagi 100 orang anak yatim dan dhuafa. Kami berharap dengan memberikan santunan akan mampu meningkatkan nilai-nilai spritual para pengurus LIRA agar bisa saling berbagi untuk sesama.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Administrasi (STIAMI) dengan memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah di STIAMI. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pimpinan STIAMI, H. Syahrial Yusuf, SE, MM, MBA.

Sebagai komitmen terhadap generasi muda juga dilakukan penandatanganan kerjasama bidang penanggulangan Narkoba dengan Yayasan Puteri Indonesia yang diketui oleh Ny. Soetargjo Soeryoguritno.
Ulang Tahun kedua LIRA, juga diisi dengan Peluncuran LIRA Institute dan dilanjutkan dengan Dialog Masa depan Ekonomi dan Politik Indonesia dengan menampilkan berbagai pembicara, antara lain pengusaha Benny Sutrisno.

MUKERNAS I LIRA MEDAN

Menjelang tahun 2009 LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mulai melakukan konsolidasi. LIRA yang dibentuk dari embrio Blora Center telah melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I di Hotel Danau Toba, Medan, tanggal 16-19 Desember 2007 lalu dihadiri pengurus LIRA se-Indonesia. Mukernas dibuka Gubernur Sumut, Rudolf M. Pardede dan ditutup oleh Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof . Dr. Budi Santos.

Memang tak lazim sebuah LSM melakukan Mukernas dengan menghadirkan sedikitnya 300 orang pengurus dari seluruh propinsi, mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Kecamatan/Kelurahan (DPK).

Sebagai organisasi yang merakyat LIRA memiliki jaringan keakar rumput. Karena itu sangat beralasan kalau kemudian sebagian peserta Mukernas berharap DPP LIRA dapat mempertimbangkan agar LIRA menjadi Partai Politik. Tapi, Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal menegaskan, “LIRA tidak akan menjadi partai politik”.

Dalam pengarahannya Jusuf Rizal meminta agar seluruh jajaran pengurus Lira lebih konsentrasi melakukan konsolidasi organisasi dan membantu program dwitunggal pemerintahan SBY-JK berbuat melakukan perubahan yang sesuai dengan keinginan rakyat. Mengamankan pemerintahan SBY-JK hingga masa pemerintahan dwitunggal SBY-JK berakhir tahun 2009.

Sejumlah Menteri turut memberikan pembekalan, antara lain Menteri Tenaga Kerja, Erman Suparno, Menristek, Kusmayanto Kadiman, Menteri Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy’ari dan Kapolri. Lalu Kejaksaan Tinggi Sumut, Ketua REI, Wakil Ketua Partai Demokrat, Achmad Mubarok, dan Pengamat Politik dari CSIS, Indra J. Pilliang.

Sebelumnya DPP LIRA dan Panitia Mukernas LIRA telah melakukan audiensi dengan Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi guna memperoleh arahan dan masukan. Ia mengharapkan agar LIRA terus berjuang membantu pemerintah dwitunggal Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY) – M. Jusuf Kalla (JK) mendorong transparansi pengelolaan negara (clean and good governance).
“Mari kita sinergikan langkah untuk kepentingan rakyat dan kepentingan nasional sehingga LIRA sebagai Lumbung Informasi Rakyat dapat menyampaikan informasi secara benar dan akurat sebagai mana fakta yang ada,” ujar Sudi Silalahi.

Lebih jauh menurutnya LIRA perlu terus membenahi organisasi dan kepengurusan agar nantinya citra dan kinerja organisasi LIRA, baik pusat dan daerah benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Pengurus LIRA diharapkan dimanapun dapat bekerjasama dengan lembaga pemerintah, lebih-lebih LIRA telah memiliki cabang diberbagai propinsi.

Menurut Sudi, LIRA juga diharapkan dapat berperan melakukan pengawasan bagi aparat pemerintah yang melanggar aturan dan penyalahgunaan wewenang diberbagai daerah sebagai bentuk komitmen pemerintahan SBY-JK memerangi praktek KKN.

KOMUNIKASI POLITIK

Dalam rangka mensosialisasikan keberadaan LIRA, para pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA aktif melakukan komunikasi politik, baik kepada mereka yang memiliki fatsun politik sama maupun yang berbeda dengan SBY-JK. Melalui komunikasi politik tersebut, maka LIRA lebih mudah memperoleh masukan, apa-apa yang masih menjadi kelemahan pemerintah untuk kemudian dikaji dan disempurnakan.

Komunikasi politik LIRA seringkali disalahtafsirkan secara sempit, seolah-olah LIRA telah menjadi bagian dan memberikan dukungan kepada partai politik atau figur-figur politik tertentu. LIRA memiliki cara membangun demokrasi dan pendidikan politik. LIRA berusaha berdiri disemua golongan dan tetap memiliki komitmen membantu pemerintahan SBY-JK mendorong transparansi pengelolaan negara untuk kewibawaan dan kemandirian bangsa.

Melalui komunikasi politik tersebut, kepada tokoh-tokoh politik diharapkan LIRA turut memberikan masukan kepada mereka apa yang menjadi keinginan masyarakat. Harapan rakyat bagi para pemimpinnya. Sebab rakyat sudah boson dengan janji-janji manis politik. LIRA juga menjalin komunikasi kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif. Komunikasi lintas partai dan agama membuahkan dukungan terhadap LIRA, antara lain Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi, Wakil Ketua DPR-RI, Soetardjo Soeryosuritno, KH. Abdurachman Al Habsy (pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Guruh Sukarno Putra, Prof. Dr. Mubarok, Prof. Dr. Marsudhi Kisworo, Yudi Chrisnandi, Sukartono H, Ir. Fadel Muhammad, KH. Gus An’im Machrus (Pesantren Lirboyo), Daeng Alwi Hamu, Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH, Mayjen TNI (Purn) Drs. Djuruan, Komjend Pol (Purn) Adang Daradjatun, Indra J. Pilian, M. Qodari, serta para seniman maupun menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

LIRA INSTITUTE

Untuk mengembangkan LIRA pada kajian intelektual LIRA kemudian mendirikan LIRA Institute yang berfungsi sebagai lembaga kajian masalah-masalah strategis, melaksanakan diskusi, seminar maupun dialog-dialog tentang berbagai topik yang aktual.

Direktur LIRA Institute adalah Ir. Teguh Boediyatna dan sebagai Dewan Eksekutif Lira Institute, DR. Toto Dirgantoro, MBA. Lira Institute merupakan lembaga dibawah naungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA.
Dalam kiprahnya Lira Institute sudah melakukan berbagai aktivitas, antara lain bekerjasama dengan Fakultas Ilmo Sosial Politik Universitas Indonesia (UI) melakukan polling dan survey 100 hari pemerintahan SBY-JK.

Kemudian bekerjasama dengan sembilan Universitas Se-Sumatra melakukan seminar dengan tema “Sumatera Higway Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi”di Univesitas Sumatera Utara (USU).
Selain itu melakukan berbagai seminar dan diskusi secara rutin dengan topik-ropik yang hangat dan seksi. Misalnya, membantu sosialisasi kebijakan pemerintah dibidang pelayaran, yaitu Inpres No. 5 Tahun 2005 bekerjasama dengan Departemen Perhubungan. Sosialisasi Rumah Murah bekerjasama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Sosialisasi Single Identity Number (SIN) dengan Direktorat Perpajakan, Sosialisasi UU Kepabeanan dan Cukai bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sosialisasi obat murah (Rp. 1.000) bekerjasama dengan PT. Indo Farma.
Menggagas berdirinya Lembaga Leadership Training Center (LTC) yang bertujuan mendidik aparatur pemerintah dan legislatif memiliki jiwa kepemimpinan, enterpreneurship dan transparan. Modul LTC antara lain tentang Wawasan Kebangsaan, Leadership, Enterpreneurship, dan good and corporate governance.

JARING KERJA RAKYAT

Badan Otonomi Jaring Kerja Rakyat (JKR) LIRA, PEMUDA LIRA (Brigade) dan Indonesia Global Security (IGS) membuat program penanggulangan pengangguran dilakangan generasi muda. Program tersebut memanfaatkan peluang tenaga kerja ke luar negeri yang didukung BNP2TKI. Selain itu juga mendidik tenaga outsourching untuk Security, Parkir, Cleaning Service. Melalui program Jaring Kerja Rakyat ini diharapkan akan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) meluncurkan program Jaring Kerja Rakyat (JKR) LIRA berkerjasama PEMUDA LIRA (Brigade) dan Indonesia Global Security (IGS) -- perusahaan penyalur tenaga kerja di bidang security, parkir, cleaning servis, office boy, sales promotions girls (SPG) dan building maintenance management dibawah Yayasan Indonesia Satoe Global (YISGO).

Dalam rangka mendukung pemerintahan SBY-JK menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan, LIRA turut bergerak dengan membuat program Jaring Kerja Rakyat (JKR) dengan target generasi muda. Dengan didukung OKP Pemuda Lira serta memanfaatkan peluang bekerja keluar negeri oleh BNP2TKI diharapkan LIRA dapat berperan langsung ke rakyat.

"Ini merupakan upaya LIRA turut berperan mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Sebab masalah pengangguran dan kemiskinan bukan hanya masalah pemerintah saja, tapi masalah kita semua sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan," tegas M. Jusuf Rizal, Presiden LIRA saat memberikan amanat saat memimpin upacara pembukaan pelatihan Training Security di Lapangan TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Turut hadir mantan Kababinkum TNI AD, Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH yang juga menjadi Pembina LIRA. Kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh dukungan dari semua pihak, baik swasta maupun lembaga pemerintah lain seperti Depsos, Diknas, Menegpora, Dep. Kelautan, Dephan, Hipmi serta Pemerintah daerah.

LIRA FONDATIONS

Komitmen LIRA dalam bidang sosial, tidak diragukan lagi. Waktu BLORA CENTER kegiatan sosial sudah diaktifkan seperti turun ambil bagian di bencana alam Tsunami Aceh, Meulaboh, Maumere dan Nias. Bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jasa Marga dan PT. Pos Indonesia, LIRA terjun langsung kelokasi bencana melakukan aksi sosial bekerjasama dengan TNI AD.

Setelah itu bencana demi bencana terus melanda bangsa ini. Banjir Jakarta, gempa di Jateng dan Yogyakarta, longsor di Jawa Barat dan terakhir banjir di seluruh Jawa Timur. LIRA aktif memberikan bantuan dengan membuka posko Lira Peduli dengan berbagai kegiatan antara lain Dapur Umum, Pengobatan, Penyaluran Air Bersih hingga menghibur korban bencana.

Di Wilayah Malang Selatan didukung Artha Graha Peduli, Bank Rakyat Indonesia, PT. Pos Indonesia dan Telkom turut memberikan bantuan 10 ribu bingkisan di lima desa Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan. Brigade Pemuda Lira (BPL) diterjunkan sebagai tenaga sukarela dan membuka Posko LIRA PEDULI.

Dalam perjalanannya LIRA tidak hanya aktif turun pada peristiwa bencana alam, tapi juga aktif memberikan perhatian pada anak-anak, seperti memberikan santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa maupun jompo. Tidak hanya itu juga melakukan sunatan masal serta memberikan beasiswa bagi anak-anak yang tidak mampu (fakir miskin) secara rutin setiap tahun.

Kedepan dengan pengalaman serta menajemen penanganan bencana yang sudah dimiliki, pengurus LIRA FOUNDATIONS/LIRA PEDULI akan mengajak perusahaan-perusahaan BUMN maupun SWASTA untuk mengembangkan kegiatan community development yang dapat dikelola oleh LIRA. Melalui kerjasama ini pihak perusahaan tidak perlu terjun langsung dan LIRA menyiapkan jasa yang dibutuhkan secara profesional. Tim LIRA PEDULI akan membuat dokumentasi kerja sebagai bukti aktivitas yang dijalankan pada rakyat.

ASLI

Perjalanan panjang Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dalam menampung segala aspirasi di Indonesia selalu mendapat dukungan berbagai kalangan. Dari dukungan elemen masyarakat itulah LIRA terus melebarkan sayapnya, seperti baru-baru ini LIRA telah membentuk Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI). Melalui wadah ini diharapkan akan mampu melakhirkan generasi pelukis yang memiliki karakter untuk turut serta mambangan masyarakat madani. Pengurus ASLI akan dibentuk diberbagai daerah.

Seniman tentunya sangat dibutuhkan oleh pemerintah maupun rakyat Indonesia, dimana LIRA yang salah satu penyambung aspirasi rakyat kepada kepemerintahan SBY-JK, telah mendapatkan dukungan dari para seniman Indonesia. Terbukti, LIRA yang telah mengundang seniman-seniman Indonesia pada tanggal 16 November 2007 silam untuk diskusi membuahkan hasil yakni sepakat membentuk Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI), tukas Ketua Umum ASLI, Yahya TS.

Pertemuan yang dianggap perlu kemarin setelah melihat dan menganalisa bahwa para seniman di Indonesia tentunya tidak dapat terpisahkan dari dinamika serta kondisi sosial masyarakatnya. Dalam kiprah para seniman tersebut tidak dapat berjalan sendirian. Konsekuensi logisnya, mereka harus mau menjalin kerja sama dengan berbagai disiplin ilmu, kantong-kantong budaya, lembaga pendidikan, lembaga politik, Agama, Ormas, Pemuda dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dimana dalam peran sertanya untuk ikut mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Berdasarkan berbagai kepentingan sosial tersebut, LIRA mengajak diskusi jajaran seniman Indonesia yang ada diberbagai daerahdalam rangka menggali aspirasi sosial dan politik serta realitas masyarakat kekinian.

Niat baik ini akhirnya membuahkan hasil yaitu seperti diungkap diatas, muncul satu kesepakatan mendirikan lembaga dengan status hukum “Ormas” yang di support secara langsung oleh LIRA. Hasil positif baik secara internal maupun eksternal yang pada akhirnya bermuara pada kemaslahatan bersama.

Menurut Yahya TS organisasi seniman ASLI ini terbuka dan siap bekerjasama dengan lembaga-lembaga cinta tanah air dan cinta terhadap kemanusiaan. Kehadiran ASLI diharapkan akan mampu melakukan transformasi berkesenian untuk membangun masyarakat madani.

"Marilah kita bergandengan tangan dan berbuat untuk mencerdaskan serta mensejahterakan masyarakat lewat karya seni," tegas pria putra Betawi ini.

LHA LIRA

Guna menampung Berbagai Masalah Hukum, LHA LIRA Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Untuk Memperoleh Layanan Advokasi Secara Gratis. Sedikitnya ada 100 lebih pengacara yang tergabung di LHA LIRA yang tersebar di seluruh Propinsi. Mereka siap membantu rakyat untuk memperoleh keadilan.
Betapa mahal hukum di Indonesia. Hukum menjadi komoditas. Hukum dipolitisasi, sehingga yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Bagi mereka yang memiliki uang dengan mudah membeli hukum. Tapi, bagi rakyat yang tidak memiliki uang dan buta hukum semuanya menjadi serba sulit. Yang terjadi kemudian adalah proses pembodohan sehingga rakyat yang buta hukum menjadi objek penipuan, pemerasan dan bahkan intimidasi.

DPP LIRA menyadari hal itu. Realitas yang merisaukan bagi mereka yang punya nurani. Begitu banyaknya rakyat memiliki masalah hukum mulai dari masalah keluarga, pribadi, bisnis dan politik, namun mereka yang buta hukum dan nimim akses pada kelompok kekuasaan menjadi terpental-pental. Jadilah rakyat menjadi objek belaka. Mereka yang berjalan diatas kebenaran, justru menjadi pesakitan. Sementara mereka yang salah, karena uang bebas atas kesalahan.

Rakyat yang buta hukum, tidak punya uang dan miskin akses perlu dibantu. Untuk itu LIRA membuka Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) LIRA yang bertujuan untuk membantu meng-advokasi masalah-masalah hukum bagi rakyat kecil. Bagi rakyat yang memiliki masalah hukum dapat menghubungi LEMBAGA HUKUM DAN ADVOKASI (LHA) LIRA di RUMAH BANTUAN HUKUM LIRA.
Anggota LBH Lira seperti Farhat Abas, SH, Rizal Sihombing, SH, Wahyudin, SH, Elsa Syarief, SH, Ritawati, SH, Utomo Karim, SH serta anggota LBH Lira yang tersebar di berbagai propinsi akan membantu rakyat.

LIRA ANTI NARKOBA

Narkoba adalah perusak generasi muda. Karena itu, Lira Anti Narkoba (LAN) dalam aktivitasnya mendukung upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas peredaran Narkoba, khususnya dikalangan remaja.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan peredaran Narkoba. Karena itu berbagai aktivitas yang dilakukan sering dikaitkan dengan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba, khususnya dikalangan anak muda.
Untuk itu dalam mendukung program Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, LIRA telah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah, antara lain Departemen Pendidikan Nasional (Diknas), Departemen Sosial (Depsos), Menegpora, Koni Pusat maupun organisasi lainnya.

LIRA juga mengangkat artis dan publik figur sebagai Duta Lira Anti Narkoba. Melalui ini diharapkan mereka dapat mensosialisasikan akan bahaya penggunaan narkoba. Sebab kita ketahui kalangan selebritis menjadi salah satu pasar pengguna narkoba yang layak diwaspadai. Bersama Djiwa Band, artis-artis AFI, pemain sinetron dan model ambil bagian.

Kerjasama Rehabilitasi
Dalam melaksanakan program kerja dibawah komando Deputy Lira Anti Narkoba (LAN), Zulkifli Arsyad kemudian melakukan kerjasama dibidang rehabilitasi Narkoba dilokasi puncak Cipanas dengan Yayasan Gideon yang sudah eksis sejak tahun 1999. Di lahan seluas 2,5 hektar dikembangkan pusat rehabilitasi bagi korban Narkoba. Sedikitnya ada 40 anak dari berbagai propinsi saat ini ditampung. Sudah banyak yang sembuh dan hidup normal.
Namun tempat ini memiliki keterbatasan SDM dan akses. Bekerjasam dengan DPP LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dibawah pengelolaan LAN (Lira Anti Narkoba) akan melebarkan pusat rehabilitasi ini agar nantinya lebih banyak lagi menampung penderita narkoba.

KORAN KABINET, MEDIASI UNTUK RAKYAT

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) sejak masih bernama Blora center menerbitkan Koran KABINET. Koran ini mulanya terbit dwi mingguan bertiras 30 ribu eksemplar yang beredar terbatas secara nasional pada kelompok terseleksi.

Kini Koran KABINET muncul dalam bentuk penerbitan bulanan dengan target realistis pelanggan di masing-masing propinsi dimana LIRA berdiri. Oplahnya kini hanya mencapai 20 ribu eksemplar yang telah diserap habis oleh cabang-cabang LIRA disetiap daerah.

Kedepan Koran KABINET akan diterbitkan secara independen dan mandiri disetiap propinsi. Konten pemberitaan 75 persen merupakan berita daerah dan 25 persen berita dari pusat. Lewat penerbitan lokal ini diharapkan Koran KABINET dapat terserap pasar sesuai dengan segmen market lokal dimana masyarakat dapat memperoleh informasi sesuai dengan hubungan emosional mereka. Artinya Koran KABINET hadir sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu Badan Otonom LIRA ANTI NARKOBA (LAN) juga mulai menerbitkan media anti narkoba dan Aids sebagai media komunikasiserta sosialisasi pada kelompok terseleksi yang berpotensi menjadi tempat awal penyebaran maraknya pengguna Narkoba dan Aids/HIV yaitu di dunia malam. Nama media tersebut adalah Nightlife Magazine yang diterbitkan bulanan, namun masih dibuat secara terbatas.
Kenapa dunia malam? Sebab di dunia malam atau sering disebut dugem (dunia gemerlap) banyak pengguna Narkoba. Dari Narkoba melalui tukar menukar jarum suntik dan gonta ganti pasangan sex kemudian berpotensi terjangkit penyakit Aids/HIV.

Kemudian LAN juga akan menerbitkan majalah anti Narkoba dan sosialisasi masalah penyakit Aids dikalangan remaja. Malajah tersebut bernama i-Models. Lewat media komunikasi tersebut diharapkan kalangan pelajar bisa memahami berbagai pengaruh negatif Narkoba.
Pelajar juga diberikan informasi secara jelas agar hati-hati dengan masalah sex yang dapat merugikan dirinya jika tidak disikapi secara dewasa, apalagi mereka tidak memahami secara jelas masalah sex yang kemudian menimbulkan penyakit Aid/HIV.


LIRA SPORT

Dalam rangka membantu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, LIRA SPORTS aktif melakukan berbagai kegiatan olahraga, termasuk pembinaan dan pengembangan olahraga mulai usia dini. Lewat berbagai even tersebut diharapkan akan menumbuhkan budaya berolahraga dikalangan masyarakat.
Olahraga identik dengan semangat, prestasi, sportivitas, fairnes maupun sebagai wahana pembentukan nation character building. Karena itu pembudayaan olahraga sejak usia dini diharapkan akan mampu mencetak manusia-manusia Indonesia unggul yang sehat, cerdas dan pintar.

Dalam konteks itulah kemudian LIRA SPORTS memiliki komitmen dalam pembinaan sumberdaya manusia, khususnya generasi muda melalui dunia olahraga. Lewat konsistensi pembinaan tersebut diharapkan selain melakhirkan bibit-bibit atlet berprestasi juga dapat membawa kejayaan dan keharuman nama bangsa Indonesia di dunia olahraga.

LIRA SPORTS menaungi organisasi olahraga al: Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Anak Indonesia (Porgaki), Indonesia Sports Wacht (ISW), Tabloid Olahraga Anak LIGANA, Sports Marketing Indonesia (SMI) dan Asosiasi Olahraga Futsal Seluruh Indonesia (ASOFSI).

Berbagai program pembinaan olahraga sudah dilakukan sebelumnya, seperti Liga Sepakbola Anak Indonesia (LIGANA) yang disponsori oleh Milo, Campina, Extra Joss, Yamaha, Danone, Lifebuoy Shampoo hingga kemudian Tim Terbaik dikirim mengikuti “Canga Cup” di Australia mewakili Indonesia.

Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal juga memimpin delegasi Indonesia bersama Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) mensosialisasikan Asean Primary School Sports Olympiade (APSSO) ke negara-negara Asean.
Sebagai Direktur Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), M. Jusuf Rizal juga aktif menggelar berbagai turnamen yang dikaitkan dengan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dikalangan anak-anak dan olahragawan.

Sejumlah tokoh tergabung di LIRA SPORTS, al: IGK. Manila, Indrajati Sidi, Iskandar ZA, Mustakim, Maman Suryaman, Lilianto, Sigit Nugroho, Indra SHD, Taufik JE, Karman Arifin, dll.


PEMUDA LIRA/BRIGADE

PEMUDA LIRA adalah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang dibentuk oleg DPP LIRA dalam rangka memberdayakan potensi generasi muda, serta guna mempersiapkan pemimpin-pemimpin muda tahun 2020.

PEMUDA LIRA akan membentuk BRIGADE LIRA 10 ribu setiap Propinsi. Mereka akan ditraining Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, Enterpreneurship, Kesamaptaan dan Kekaryaan disetiap daerah.
angat, prestasi, sportivitas, fairnes maupun sebagai wahana pembentukan nation character building. Karena itu pembudayaan olahraga sejak usia dini diharapkan akan mampu mencetak manusia-manusia Indonesia unggul yang sehat, cerdas dan pintar.

Dalam konteks itulah kemudian LIRA SPORTS memiliki komitmen dalam pembinaan sumberdaya manusia, khususnya generasi muda melalui dunia olahraga. Lewat konsistensi pembinaan tersebut diharapkan selain melakhirkan bibit-bibit atlet berprestasi juga dapat membawa kejayaan dan keharuman nama bangsa Indonesia di dunia olahraga.

LIRA SPORTS menaungi organisasi olahraga al: Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Anak Indonesia (Porgaki), Indonesia Sports Wacht (ISW), Tabloid Olahraga Anak LIGANA, Sports Marketing Indonesia (SMI) dan Asosiasi Olahraga Futsal Seluruh Indonesia (ASOFSI).

Berbagai program pembinaan olahraga sudah dilakukan sebelumnya, seperti Liga Sepakbola Anak Indonesia (LIGANA) yang disponsori oleh Milo, Campina, Extra Joss, Yamaha, Danone, Lifebuoy Shampoo hingga kemudian Tim Terbaik dikirim mengikuti “Canga Cup” di Australia mewakili Indonesia.

Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal juga memimpin delegasi Indonesia bersama Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) mensosialisasikan Asean Primary School Sports Olympiade (APSSO) ke negara-negara Asean.
Sebagai Direktur Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), M. Jusuf Rizal juga aktif menggelar berbagai turnamen yang dikaitkan dengan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dikalangan anak-anak dan olahragawan.

Sejumlah tokoh tergabung di LIRA SPORTS, al: IGK. Manila, Indrajati Sidi, Iskandar ZA, Mustakim, Maman Suryaman, Lilianto, Sigit Nugroho, Indra SHD, Taufik JE, Karman Arifin, dll.

INDONESIA KID CARE

Menggugah masyarakat umum agar peduli terhadap masa depan Anak Indonesia sekaligus membangun solidaritas antar anak Indonesia guna memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menanamkan “Nation Character Building” sejak usia dini, melalui berbagai gelar aktifitas dan pendekatan, pendidikan, sosial, seni budaya dan olahraga.

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Mereka akan menjadi tulang punggung negeri ini 10 hingga 20 tahun mendatang. Untuk itu, semua pihak harus turut bertanggung jawab menghasilkan generasi unggul agar pada waktunya mampu membawa bangsa tercinta ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu maju.

Krisis ekonomi telah menjadikan generasi anak-anak mengalami banyak masalah. Faktor ekonomi telah membuat masa depan anak-anak suram. Kondisi ekonomi yang sudah parah, makin tidak menguntungkan ketika sejumlah bencana, baik alam terus berlanjut. Akibat kondisi yang tidak mereka inginkan, bagi anak-anak yang kurang beruntung berbagai persoalan menjadi muncul, mulai dari kekurangan sandang, pangan, papan hingga tidak mampunya mereka menikmati pendidikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, “bahwa setiap warga Negara berhak memperoleh pendidikan yang layak”.

Sementara pendidikan merupakan faktor penting dalam menghasilkan generasi yang berkualitas.
Kesemua mesalah tersebut jika tidak cepat diatasi akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Upaya mencari pemecahan tidak semuanya dapat ditangani oleh Negara.
Karena itu guna menekan dampak terhadap munculnya “Habitat Buruk” maupun “Los Generasi” yang akan menjadi beban bagi bangsa Indonesia, dukungan dan partisipatif dari masyarakat untuk turut aktif membantu mencari jalan keluar atas problematik yang sangat komplek dari anak-anak, agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, pada akhirnya dapat menjadi tulang punggung Negara yang dapat diandalkan, sangat dibutuhkan.


BERBAGI AKSI BERBAGI PENGALAMAN

Dalam kiprah LIRA selama ini, meski tampa bantuan dari pemerintah, namun banyak donatur yang memiliki kepedulian dan bersimpati dengan perjuangan LIRA. Berbagai aktivitas dibuat dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah buat pengembangan organisasi LIRA. Pengelolaan LIRA dikemas seperti mengalola sebuah perusahaan. Seperti menjual sebuah produk agar dapat diterima pasar. LIRA aktif melaksanakan kegiatan Seminar, Dialog Interaktif, pementasan seni, entertaint, men-development berbagi kegiatan agar aktivitas LIRA dapat berjalan dan mampu membayar gaji karyawan. Karena itu LIRA kerap melakhirkan gagasan yang dapat disinergikan dengan berbagai pihak serta mampu dijual kepada para sponsor.
Misalnya, LIRA membantu sosialisasi Inpres No. 5 tahun 2005 tentang Pelayaran Nasional dengan Departemen Perhubungan RI. Melakukan sosialisasi UU Bea Cukai. Sosialisasi Kebijakan Perumahan Rakyat. Sosisalisasi tentang perpajakan dan Single Identity Number (SIN). Sosialisasi Obat Murah, Rp. 1.000. Sosialisasi hemat energi maupun program community development dari perusahaan swasta maupun BUMN.
Melaksanakan kegiatan Pemilihan Kartini Award, Betawi Award, dan LIRA Award.
LIRA juga bergerak di bidang ekonomi dan konsultan komunikasi agar nantinya dapat membuat cross subsidi dalam pembiayaan. Semua itu dilakukan oleh para relawan untuk bangkit membantu pemerintah mendorong transparansi pengelolaan negara.


MEMBANGUN JARINGAN MEMBANGUN BASIS


Dalam kiprah LIRA selama ini, meski tampa bantuan dari pemerintah, namun banyak donatur yang memiliki kepedulian dan bersimpati dengan perjuangan LIRA. Berbagai aktivitas dibuat dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah buat pengembangan organisasi LIRA. Pengelolaan LIRA dikemas seperti mengalola sebuah perusahaan. Seperti menjual sebuah produk agar dapat diterima pasar. LIRA aktif melaksanakan kegiatan Seminar, Dialog Interaktif, pementasan seni, entertaint, men-development berbagi kegiatan agar aktivitas LIRA dapat berjalan dan mampu membayar gaji karyawan. Karena itu LIRA kerap melakhirkan gagasan yang dapat disinergikan dengan berbagai pihak serta mampu dijual kepada para sponsor.
Misalnya, LIRA membantu sosialisasi Inpres No. 5 tahun 2005 tentang Pelayaran Nasional dengan Departemen Perhubungan RI. Melakukan sosialisasi UU Bea Cukai. Sosialisasi Kebijakan Perumahan Rakyat. Sosisalisasi tentang perpajakan dan Single Identity Number (SIN). Sosialisasi Obat Murah, Rp. 1.000. Sosialisasi hemat energi maupun program community development dari perusahaan swasta maupun BUMN.
Melaksanakan kegiatan Pemilihan Kartini Award, Betawi Award, dan LIRA Award.
LIRA juga bergerak di bidang ekonomi dan konsultan komunikasi agar nantinya dapat membuat cross subsidi dalam pembiayaan. Semua itu dilakukan oleh para relawan untuk bangkit membantu pemerintah mendorong transparansi pengelolaan negara.

EMPAT TAHUN 50 JAM

Upaya membangun organisasi LIRA selama empat tahun ini pasti diwarnai dengan berbagai dinamika, baik suka maupun duka. Perjalanan panjang berjam-jam melewati kota demi kota untuk melantik para pengurus Lira sudah merupakan sebuah tantangan. Tak jarang harus menghabiskan 50 jam perjalanan di darat karena hanya jalan darat satu-satunya sarana transportasi, seperti melewati Pare-Pare, Mamuju, Majene dan Mamasa.

Namun dengan semangat serta dalam rangka memahami lebih dekat tentang Indonesia semua pengurus LIRA terjun kebawah. Ini merupakan sebuah perjuangan tanpa akhir. Perjuangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Merdeka!!!

BERBAUR UNTUK SEMUA GOLONGAN

Banyak sudah yang dilakukan orang-orang yang tergabung di LIRA. Mereka berbuat dan berbaur dengan rakyat di semua lapisan dan golongan. Tidak membeda-bedakan latar belakang. Semua untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh masyarakat ulama dan umaroh, pejabat tinggi dan tertinggi negara, tokoh partai politik dan direktur perusahaan BUMN dan Swasta ikut memberikan dukungan.

Perjalanan panjang Lira membangun jaringan merupakan sebuah perjuangan untuk bisa membangkitkan semangat kaum muda membangun masa dengan bangsa Indonesia dengan tantangan kekiniannya. Generasi Muda harus bangkit, kita semua harus bangkit. Bersatu Kita Kuat.

Last Updated on Monday, 13 April 2009 23:09